Sperma Kuning Dan Kental

Sperma Kuning Dan Kental – Warna air mani yang sehat adalah putih susu. Warna bisa dipengaruhi oleh jenis asupan makanan dan minuman, dan dipengaruhi lover/cairan empedu. Walaupun warna mani agak kuning bila masih pekat/kental masih dapat dikatakan wajar. Tapi bila warna mani menjadi merah muda atau kuning jingga itu yang perlu diwaspadai.

Sperma Kuning Dan Kental

Sperma Kuning Dan Kental

Sperma Kental

Cairan semen yang dihasilkan dari setiap ejakulasi antara 2-6 milimeter (1/2-1 sendok teh). Bila jumlahnya kurang dari itu, maka dikhawatirkan jumlah sel spermanya tidak cukup untuk mencapai sel telur. Akan tetapi, semen yang terlalu banyak juga bisa mengencerkan konsentrasi sperma. Idealnya, cairan mani harus cukup kental dan mengencer sekitar 10-15 menit pasca-ejakulasi. Cairan mani yang terlalu kental akan membuat sperma sulit berenang.

Secara normal pada saat ejakulasi, akan dikeluarkan cairan ejakulat yang berwarna putih karena memiliki banyak kandungan sperma yang kaya akan protein. Dan selain itu juga Sperma Kuning Dan Kental  masih terbilang sehat dan normal. Sperma Kuning Dan Kental ini dihasilkan oleh testis dan baru akan dikeluarkan bersama dengan air mani saat ejakulasi. Perubahan pada penampakan semen umumnya bersifat sementara dan bukanlah suatu yang perlu dikhawatirkan. Namun, jika perubahan warna ini menetap hingga tiga sampai empat minggu, segera konsultasikan kepada dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sperma Kuning Dan Kental ini terkadang dapat dihasilkan berwarna kekuningan akibat proses infeksi pada kelenjar prostat dan vesikula seminalis, atau terkait konsumsi bahan makanan kaya sulfur (seperti bawang putih) atau riboflavin. Selain itu, ada juga yang beranggapan bahwa hal tersebut dapat terjadi akibat proses pengentalan alami, terutama jika terdapat jangka waktu yang cukup lama setelah ejakulasi yang terakhir.

Gangguan Sperma

Masalah sperma pada pria kebanyakan ada yang mengeluh sperma encer. Karena pada dasarnya semua pria menginginkan mempunyai sperma yang baik dan sperma sehat. Namun, memang pada sebagian pria banyak yang menderita masalah gangguan pada sperma. Beberapa jenis gangguan pada sperma adalah :

  1. Azoospermia
    Gangguan ini merupakan salah satu jenis kelainan dimana tidak ditemukannya sel sperma di dalam semen atau di dalam air mani disaat pria sedang mendapatkan ejakulasi. Gangguan ini biasanya terjadi akibat dari adanya suatu penyumbatan pada vas deferens atau saluran sperma dan pada akhirnya menyebebkan terjadinya sperma tidak bisa keluar dan bercampur dengan cairan air mani. Penyebab yang lain yang mengakibatkan terjadinya azoosperma adalah karena kegagalan pada testis dalam menghasilkan sperma. Azoospermia juga bisa diakibatkan karena adanya suatu gangguan yang sifatnya genetik misalnya adalah akibat sindrom Kinefelter. Kondisi seperti ini biasanya bisa diuji dengan menggunakan alat ultrasonografi. Gejala yang ditunjukkan dari azoosperma adalah seperti ada atau tidaknya sperma di dalam air mani dan tidak bisa dilihat hanya dengan menggunakan mata telanjang namun harus melewati analisis sperma dengan lebih akurat di dalam lab. Dan biasanya penderita datang ke dokter untuk melakukan pemeriksaan diri karena mereka mengalami masalah ketidaksuburan atau susah punya anak, setelah dilakukan analisis pada sperma mereka, maka baru diketahui bahwa mereka menderita azoospermia. Karena tidak adanya bakal atau benih yang dileuarkan disaat pria sedang mendapatkan ejakulasi, maka pria yang mengalami gangguan ini tidak bisa membuat istri mereka hamik. Namun dalam hal seperti ini bukan berarti bahwa mereka mengalami kemandulan, dan paling utama adalah jika testis dari si penderita masih dalam keadaan bisa menghasilkan sperma. Terkecuali jika memang organ reprodksi tadi sudah mengalami keruskan maka akan sulit mengalami suatu pembuahan.
  2. Oligospermia
    Oligospermia merupakan salah satu gangguan pada sperma yang ditandai dengan sperma yang jumlahnya lebih sedikit atau kurang dari kadar normal di dalam air mani. Di dalam setiap 1 ml air mani harusnya ada sekitar 20 juta sperma. Dan kurang dari jumlah tersebut maka disebut dengan istilah Oligospermia. Penyebab dari hal ini terjadi adalah karena gaya hidup atau juga akibat pola makan. Setidaknya terdapat 3 penyebab yang bisa memicu terjadinya masalah oligospermia yakni adalah akibat faktor kesehatan, faktor lingkungan dan juga akibat pola gaya hidup yang kurang baik. Pembengkakan yang terjadi pada testis dan mengalami masalah infeksi juga bisa mengakibatkan terjadinya gangguan pada produksi sperma dan begitu juga akibat paparan dari jenis logam berat karena mungkin Anda berprofesi bekerja di industri.
  3. Asthenozoospermia
    Gangguan jenis ini merupakan salah satu jenis gangguan yang terjadi pada gerakan sperma yang sangat rendah. Dan keadaan sperti ini biasanya akan terjadi jika sperma yang keluar saat terjadinya ejakulasi tidak mempunyai dorongan atua kekuatan untuk bisa berenang jauh dan cepat lewat lapisan mukosa yang ada di dalam rahim untuk bisa menuju ke daerah ovarium untuk bisa melakukan pembuahan pada sel telur. Gerakan sperma sendiri biasanya juga bermacam-macam. Dan dari jutaan sel yang terjadi saat proses ejakulasi seorang pria, beberapa sperma bisa bergerak dengan lincah dan juga cepat, sementara itu yang lain akan bergerak lambat dan gerakannya berkelok-kelok.
  4. Teratorspermia
    Teratospermia merupakan gangguan sperma ditandai dengan bentuk sperma yang tidak normal misalnya adalah jumlahnya yang sangat banyak dan juga jumlah dari morfologis sperma yang kurang normal sebesar 30%.

Sperma Kuning Dan Kental


=====================================


>>> Suplemen Herbal Menambah Jumlah Sperma dan Menambah Kualitas Sperma, KLIK DISINI!
=====================================
This entry was posted in Sperma Kental and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *