Sperma Kental Atau Encer

Sperma Kental Atau Encer  – Air mani atau cairan semen yang bisa membuahi sel telur hendaknya memiliki viskositas yang tepat. Yang dimaksud dengan viskovitas disini adalah tingkat likuiditas air mani. Sperma encer memang mudah merembes masuk lewat lendir di leher rahim (serviks) sehingga mudah melewati rahim dan mencapai sel telur. Namun sifat mani encer itu menyebabkan air mani hanya memiliki jumlah sel sperma kurang dari cukup untuk membuahi sel telur.

Sperma Kental Atau Encer

Sperma Kental Atau Encer

Sperma Kental atau Encer

Lain lagi dengan air mani yang terlalu kental, menandakan konsentrasi sel sperma yang besar. Namun sifat yang terlalu kental menyebabkan jumlah sperma yang mampu mencapai sel telur berkurang karena banyak sperma yang mati akibat harus memporsir energi selama menembus lendir dan melanjutkan perjalanannya ke sel telur. Itu pun sperma yang selamatb harus berjuang untuk menembus sel telur padahal sudah banyak energi yang dikeluarkan untuk menembus lendir serviks selama perjalanan.

Normalnya sperma akan menggumpal dalam waktu 20-30 menit jika dibiarkan di udara terbuka. Sperma yang terlalu encer butuh waktu lebih lama untuk menggumpal dan biasanya di picu oleh sejumlah sel sperma yang terlalu sedikit atau adanya infreksi di saluran kemih. Meski demikian bukan berarti cairan sperma yang cepat menggumpal selalu lebih poten atau subur dibandingkan yang lebih encer.

Sperma yang terlalu cepat menggumpal alias terlalu kental justru menyulitkan sel sperma untuk berenang menuju sel telur yang akan dibuahi. Kekentalan cairan sperma memnag jarang menjadi penyebab tunggal ketidaksuburan pada pria. Artinya, sperma yang terlalu kental sebenarnya tidak terlalu mempengaruhi kualitas sperma dalam kaitannya dengan kemampuan untuk membuahi sel telur.

Namun dalam banyak kasus, sperma yang terlalu kental erat hubungannya dengan kondisi lain yang mengurangi kesuburan pria, misalnya prostatitis atau infeksi saluran prostat. Kekentalan sperma sering dipakai oleh dokter urologi untuk mendeteksi infeksi tersebut. Pada kondisi semacam ini, kualitas sel sperma yang dihasilkan umumnya akan menurun. Apalagi dengan cairan sperma yang menjadi lebih kental, sel sperma harus diencerkan secara manual lalu di suntikkan ke sel telur melalui inseminasi buatan jika ingin punya anak.

Penampilan Sperma Kental Atau Encer itu berbeda dari waktu ke waktu. Ada yang encer, lengket dan kental bahkan ada yang sampai berebentuk seperti gumpalan. Semuanya itu tergantung proporsi sel sperma dan cairan (sekresi) yang di produksi oleh kelenjar prostat dan beberapa kelenjar lain yang dimiliki oleh kaum lelaki. Sementara untuk variasi atau penampilan Sperma Kental Atau Encer sebenarnya tergantung dari berapa lama sperma itu dikeluarkan dan berapa dalam suhu ruangan. Karena cairan mani akan berubah dalam beberapa menit setelah terjadinya koagulasi.

Cara Menghindari Kerusakan Sperma

Sperma kental atau encer juga bisa dipengaruhi oleh beberapa hal dibawah ini :

  1. Ponsel
    Pengaruh dari posel biasanya akan mengganggu organ reroduksi pria. Salah satu penelitian yang dilakukan menemukan bahwa penggunaan dari posel dengan lebih tinggi dengan waktu lebih dari 4 jam dalam sehari mempunyai jumlah, tingkat motilitas dan jga morfologi atau pada bentuk normal sperma yang lebih rendah. Dan selain itu juga, cara yang bisa diatasi mengenai masalah penggunaan ponsel adalah sebaiknya meletakkanya di dalam tas kerja diabandingkan meletakkannya pada kantung celana untuk bisa membatasi paparan dari radiasi dan juga dari posel. Namun karena studi atau penelitian tersebut terbilang masih kecil, maka masih banyak dokter yang tidak setuju mengenai hal tersebut.
  2. Obesitas
    Obesitas merupakan salah satu hal yang bisa memicu terjadinya masalah pada sperma. Obesitas biasnaya sering dihubungkan dengan peningkatan pada produksi hormon wanita yang disebut dengan estrogen. Penurunan pada jumlah sperma, disfungsi seksual dan masalah pada ketidaksuburan pria. Dibandingkan oleh pria normal dan gemuk, pria yang mengalami obesitas yang subur sudah berkurang fungsi dari testisnya dan selain itu juga jumlah sperma mereka yang lebih rendah dengan lebih signifikan puka. Walaupun obesitas bisa mengurangi jumlah dari sperma, hanya kasus obesitas dengan tingkat parah saja yang bisa memberikan suatu pengaruh buruk dengan kesehatan reproduksi sperma.
  3. Gaya hidup
    Gaya hidup yang kurang baik seperti merokok, mengonsumsi minuman yang mengandung alkohol, menggunakan ganja akan memberikan pengaruh merusak fungsi seksual. Sebaiknya batasi dan hindari beberapa hal tadi jika Anda ingin menjaga kesehatan reproduksi seksual Anda.

Untuk Anda yang sedang menjalankan atau menerapkan program ingin hamil dengan pasangan, maka khususnya pada pria harus memperhatikan masa subur mereka. Secara umum, perubahan yang terjadi antara waktu dan musim akan bisa mempengaruhi jumlah dari sperma pria. Jumlah dari sperma pada pria biasanya akan jaug lebih banyak pada musim dingin dan akan jauh lebih sedikit disaat musim panas datang. Hal ini disebabkan karena produksi dari sperma mengalami peningkatan di saat suhu dingin. Dan pada pagi hari, suhu udara yang jauh lebih dingin sehingga bisa dipastikan bahwa jumlah sperma pria akan lebih banyak lagi. Pada musim panas dan diwaktu siang hari dengan tingkatan suhu yang semakin meingkat, biasanya hal ini akan sangat mempengaruhi kualitas dari sperma. Testis pada pria sangat sensitif dengan suhu, dan pada suhu panas biasanya akan sangat mempengaruhi kehidupan dari sperma yang terjadi lebih pendek.

Sperma Kental Atau Encer


=====================================

>>> Suplemen Herbal Menambah Jumlah Sperma dan Menambah Kualitas Sperma, KLIK DISINI!
=====================================
This entry was posted in Sperma Kental and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>